ANALISIS KESADAHAN TOTAL BERDASARKAN KADAR CaCO₃ PADA AIR PDAM DI WILAYAH WAIOTI, KABUPATEN SIKKA MENGGUNAKAN METODE TITRASI KOMPLEKSOMETRI

Penulis

  • Agustina Mogi Akademi Farmasi Santo Fransiskus Xaverius
  • Thomas Alfrindus Febrianto Hero Akademi Farmasi Santo Fransiskus Xaverius

Abstrak

Air merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Agar aman digunakan, air harus memenuhi standar kualitas secara fisik, kimia, dan biologi. Salah satu sumber air yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Di antara parameter kimia yang penting dalam menentukan kelayakan air adalah tingkat kesadahan, yaitu jumlah ion kalsium (Ca²⁺) dan magnesium (Mg²⁺) yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017, kadar kesadahan maksimum yang diperbolehkan dalam air minum adalah 500 mg/L. Apabila kadar kesadahan melebihi ambang batas tersebut, maka konsumsi jangka panjangnya dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar kesadahan pada air PDAM yang digunakan oleh masyarakat di Kelurahan Waioti, Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan adalah titrasi kompleksometri, dengan pengambilan sampel secara acak sederhana (simple random sampling). Analisis dilakukan di Laboratorium Kimia Akademi Farmasi Santo Fransiskus Xaverius Maumere. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar kesadahan total pada titik sampel A2 sebesar 531,2 mg/L dan A3 sebesar 514,4 mg/L, keduanya melampaui batas maksimum yang diperbolehkan. Dengan demikian, air PDAM pada titik-titik tersebut tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-11

Cara Mengutip

Mogi, A., & Hero, T. A. F. (2025). ANALISIS KESADAHAN TOTAL BERDASARKAN KADAR CaCO₃ PADA AIR PDAM DI WILAYAH WAIOTI, KABUPATEN SIKKA MENGGUNAKAN METODE TITRASI KOMPLEKSOMETRI. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 2(2), 31–35. Diambil dari https://jurnal1.akfarstfransiskusxaverius.ac.id/index.php/jikf/article/view/22