Aktivitas Antibakteri dan Profil Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Passiflora quadrangularis L. dari Manggarai Barat terhadap Staphylococcus aureus
Kata Kunci:
Passiflora quadrangularis, Staphylococcus aureus, antibakteri, ekstrak etanol, skrining fitokimiaAbstrak
Peningkatan kejadian resistansi terhadap antimikroba menjadi salah satu alasan penting untuk mengeksplorasi kandidat antibakteri baru yang berasal dari sumber hayati. Salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan adalah Passiflora quadrangularis L. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kemampuan antibakteri ekstrak etanol 96% daun P. quadrangularis yang diperoleh dari Manggarai Barat dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, sekaligus mengetahui kandungan golongan metabolit sekundernya. Penelitian menggunakan rancangan eksperimental laboratorium dengan teknik difusi cakram. Perlakuan terdiri atas ekstrak daun pada konsentrasi 10%, 30%, dan 60%, kloramfenikol sebagai pembanding positif, serta aquadest sebagai kontrol negatif. Setiap kelompok diuji sebanyak lima kali. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan melalui skrining fitokimia kualitatif. Data diameter zona hambat selanjutnya dianalisis menggunakan Kruskal–Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney yang dikoreksi menggunakan metode Bonferroni. Peningkatan konsentrasi ekstrak diikuti oleh bertambahnya diameter daerah hambat, yaitu masing-masing 6,42 ± 1,12 mm pada konsentrasi 10%, 8,49 ± 1,94 mm pada 30%, dan 12,46 ± 2,06 mm pada 60%. Analisis Kruskal–Wallis memperlihatkan adanya perbedaan antar kelompok perlakuan secara statistik (χ² = 22,378; p < 0,001). Analisis lanjutan menunjukkan perbedaan bermakna pada pasangan konsentrasi 10%–30%, 10%–60%, dan 30%–60% (p < 0,05). Hasil skrining mengindikasikan keberadaan alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin, sedangkan golongan steroid/terpenoid tidak teridentifikasi. Dengan demikian, ekstrak etanol 96% daun P. quadrangularis memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan S. aureus secara in vitro, dengan respons paling besar pada konsentrasi 60%; namun, daya hambat tersebut belum menyamai aktivitas kloramfenikol.




