EVALUASI PELAYANAN SWAMEDIKASI PADA PASIEN DI APOTEK YANG TERSEBAR DI BEBERAPA KECAMATAN DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NTT
Kata Kunci:
Apotek, Pelayanan swamedikasi, PERMENKES No. 73Abstrak
Pengobatan sendiri atau swamedikasi adalah suatu cara untuk mengobati sendiri gejala atau penyakit tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Untuk mengurangi kesalahan pemilihan dan penggunaan obat, pelayanan swamedikasi apotek harus berpedoman pada WWHAM dan PERMENKES No. 73 Tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai tingkat pelayanan yang diberikan oleh petugas apotek di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Sikka. Penelitian deskriptif non-eksperimental (survei) yang dilaksanakan pada tanggal 11-17 April 2024. Pengambilan sampelnya menggunakan sampling jenuh, yaitu apotek di wilayah Kecamatan Kewapante, Paga, dan Nita dijadikan sampel dari seluruh anggota populasi. Jenis datanya berupa data informasi yang dikumpulkan langsung dari pelanggan menggunakan metode check list yang dilakukan peneliti, kemudian dianalisis secara data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan apotek yang ada di kecamatan Kewapante dan kecamatan Nita telah melakukan pelayanan swamedikasi dengan kategori baik, sedangkan apotek yang ada di kecamatan Paga melakukan pelayanan swamedikasi dengan kategori cukup baik. Rata-rata hasil evaluasi pelayanan swamedikasi berdasarkan kebutuhan pasien adalah 50%, berdasarkan informasi pasien adalah 70%, berdasarkan pemilihan obat 100% dan rata-rata evaluasi pelayanan swamedikasi berdasarkan informasi obat adalah 62,85%.




